Jumat, 20 Desember 2013

Taman Nasional Lorentz

Artikel ini sebenarnya tugas perbaikan mata kuliah Rekreasi Alam Dan Ekowisata Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor tentang 'Sistem Informasi yang ada di kawasan wisata'. Daripada disimpan di laptop ngabisisn kapasitas harddisk dan gak tau dibaca lagi ato kagak,, mending di posting.... kali aja agan agan ada yang membutuhkan infonya...
 ( Yudi Irawan, Salvionita BR Tarigan, Desi Natalia Sitorus, 2013 ).

http://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/taman-nasional-lorentz-papua-iguana.jpg



Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli di kelola dengan system zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, danrekreasi  (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990). Taman Nasional pada setiap negara memegang peranan yang berbeda, tergantung pada keadaan dan perkembangan sosial ekonomi negara yang bersangkutan serta tergantung pada kekayaan sumberdaya alam yang  dimilikinya. Kriteria suatu wilayah untuk dapat ditetapkan sebagai kawasan taman nasional harus memiliki sumberdaya alam hayati dan ekosistem yang khas, unik dan alami, memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh, mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami dan merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.
       
http://www.dephut.go.id/uploads/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/peta_lorentz.jpg  Salah satu Taman Nasional di Indonesia adalah Taman Nasional Lorentz, Papua yang merupakan salah satu situs Warisan Dunia (World Heritage Site) dengan luas 2.4 juta hektar, sehingga menjadikannya sebagai kawasan lindung terluas di Indonesia yang mewakili jenis habitat beragam, dari rawa hingga hutan pegunungan tinggi,  Taman nasional ini merupakan satu-satunya daerah konservasi di dunia yang  berkesinambungan mulai dari pegunungan yang tinggi hingga kawasan laut tropis, termasuk lahan basah yang sangat luas di sekitar dan sepanjang garis pantai. Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Papua yang meliputi Kabupaten Asmat, Kabupaten Yahumiko, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Puncak jaya. Taman Nasional ini memiliki koordinat 1360 56’ – 1390 09’ BT dan 030 41’ – 050 – 30’ LS dan luas wilayahnya sebesar 2,4 juta Ha. 1360 56’ – 1390 09’ BT dan 030 41’ – 050 – 30’ LS.

            Taman Nasional Lorentz terkenal dengan Lembah Baliemnya. Taman Nasional ini menghadapi ancaman pembalakan liar dan pertambangan di daerah perbatasan. Hingga dekade terakhir, World Wild Fund for Nature(WWF) terlibat dalam proses penyusunan rencana pengelolaan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen konservasi dan sistem informasinya. WWF-Indonesia kini telah membangun kapasitas lokal (masyarakat, pemerintah dan LSM lokal) untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan penginformasian  Lorentz sebagai Taman Nasional. Lorentz ditunjuk sebagai Taman Nasional pada tahun 1997,sehingga sarana/prasarana untuk kemudahan  pengunjung masih sangat terbartas dan belum semua objek dan daya tarik alam di kawasan taman nasional ini teridentifikasi dan dikembangkan.
            Taman Nasional Lorentz ini merupakan Taman Nasional yang terbesar di Asia Tenggara serta merupakan salah satu diantara tiga kawasan didunia yang mempunyai salju gletser didaerah tropis.Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Letaknya membentang dari puncak gunung yang di selimuti salju(5.030 mdpl), hingga perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafuru. Di wilayah ini terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar.

http://igosok.com/wp-content/uploads/2013/08/151910_papfoto1.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVUB5huloqgsXZRA8kM2rDgQaKd-j_AnOdBZm59P0XbwtuZ6SOOQ0YYcW7n0tYc5xtTHDcpWSHWotAQnOjVZcIxTl93dMIR73wGgbh1SlA3pj2y9n7fC6091ROmTE0xC6nsswa0JOU_KG7/s400/NP+Lorents+Mount+Carstensz%252C+Ngga+Pulu+%2526+The+Carstensz+Glaciers%252C+Lorentz+National+Park%252C+Puncak+Jaya%252C+Papua.jpg
            Cara mencapai Taman Nasional Lorentz, dapat menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Selain itu, dengan menggunakan pesawat perintis, juga dapat terbang ke bagian selatan, tepatnya ke Kabupaten Merauke. Dari kabupaten ini, pengunjung dapat menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dan dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi. 
            Di dalam wilayah ini ada terdapat 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar atau lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak. jenis tumbuhannya antara lain nipah, bakau dan lain-lain. Jenis-jenias satwa yang terdapat di Taman Nasional Lorentz ada sebanyak 630 spesies burung (kurang lebih 70% dari burung yang ada di papua) dan 123 spesies mamalia.Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).
            Taman Nasional Lorentz menyediakan banyak sekali keindahan dimulai dari pemandangannya, udara, dan aneka ragam binatang dan tumbuhan yang ada hidup di taman nasional itu. Terdapat banyak penduduk pedalaman pula yang menetap di taman nasional ini, seperti suku Nduga, suku Dani Barat, suku Asmat, suku Sempan dan suku Amungme. Tidak hanya hutan namun ada pula sungai-sungai indah dan pantai pasir karang. Objek wisata ini sangat menarik perhatian wisatawan yang gemar menjelajahi hutan berpetualang dan penikmat keindahan alam yang belum terjamah tangan manusia.
            Keberlangsungan keanekaragaman hayati Taman Nasional Lorentz bergantung pada pengelolaan dan sistem informasi yang diterapkan disana. Sistem informasi diperlukan untuk mendukung proses perencanaan, pengelolaan,  evaluasi dan pelaporan. Sudah ada sejumlah inisiatif mengenai sistem informasi yang lebih terpadu dan efektif. Salah satunya adalah Sistem Informasi Area Lindung (PIKA) milik Direktorat Jenderal Konservasi Hutan, Jejaring Informasi Keanekaragaman Hayati Nasional milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mekanisme Balai Kliring milik Kementerian Lingkungan, sistem informasi jejaring LSM (misalnya Pokja Data Base dari Sarasehan TN) dan GIS nasional di bawah tanggung jawab Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL).
            Masing-masing memiliki fungsi dan perannya sendiri dalam kerjasama guna meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi yang diperlukan. Namun dalam sistem informasi terdapat juga permasalahan  yang mencakup perangkat keras dan lunak, konektitas basis data secara online yang buruk,  kurangnya kecakapan staff, dan minimnya koordinasi.
            Tindakan-tindakan di bawah ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas  yang telah ada ( khususnya PIKA yang merupakan badan kunci yang  selama ini mengumpulkan dan mengelola informasi ruang terkait pengelolaan area lindung),  memperkuat jalinan antara berbagai sistem dan memastikan informasi area  lindung masuk ke Mekanisme Balai Kliring untuk pelaporan tingkat nasional. Untuk itu dibutuhkan pula peningkatan kapasitas dalam pemetaan area lindung dan sistem informasi. Tujuan dari sistem informasi sendiri untuk menciptakan sistem informasi yang secara efektif menangkap, menyimpan dan mengelola informasi tentang Taman Nasional Lorentz untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan dan pelaporan.
 
           













Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Taman Nasional Lorentz. [ terhubung berkala ] http://www.wwf.or.id/tentang_wwf/wilayah_kerja_kami/lorentznp.cfm. diakses tanggal 19 December 2013 jam 8.56 pm

Christy D. 2011. Wisata Taman Nasional Lorentz.  . [ terhubung berkala ] http://cloud.papua.go.id/id/pariwisata/alam/Pages/Wisata-Taman-Nasional-Lorentz.aspx. diakses tanggal 18 Desember 2013

Fitri, Aisyah. 2012. Taman Nasional Lorentz. [ terhubung berkala ] http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku/Teropong-Daerah/Papua-Barat/Tempat-Menarik/Taman-Nasional-Lorentz. di akses tanggal 19 December 2013 jam 9.19 pm

Greaters. 2013. Taman Nasional Lorentz. [ terhubung berkala ] http://www.greatnesia.com/taman-nasional-lorentz/. diakses tanggal 19 December 2013 jam 9.23 pm

Levi, Cunding. 2011. Taman Nasional Lorentz Akan Direhabilitasi. [ terhubung berkala ] http://www.tempo.co/read/news/2011/02/21/179314910/Taman-Nasional-Lorentz-Akan-Direhabilitasi. diakses tanggal 19 December 2013 jam 9.28 pm

Thoding.2013. Taman Nasional Lorentz Miliki Nilai Penting Bagi Papua dan Dunia. [ terhubung berkala ] http://www.papuapos.com/index.php/olah-raga/item/2582-taman-nasional-lorentz-miliki-nilai-penting-bagi-papua-dan-dunia. diakses tanggal 19 December 2013 jam 8.47 pm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar