Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik tentang
kebahagiaan. Saya akan mencoba mensharingkan pemikiran-pemikiran saya
tentang kebahagiaan kepada para pembaca sekalian. Mudah-mudahan bermanfaat.
Bagi saya, kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang
positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya
yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang
salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari
sebelumnya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? … Ini karena kita mencarinya
diluar diri kita. Kita mengharapkan sesuatu atau seseorang memberikan perasaan
bahagia tersebut pada kita.
Seorang bijak bernama Rumi suatu saat pernah berkata, ”Kita
mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher
kita sendiri.” Ini pun sama ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita
mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana
kebahagiaan tersebut berasal.
Saya rasa anda semua setuju bahwa kebahagiaan tidak tergantung
dari hal-hal yang berbau materialisme, seperti : mengendarai mobil mewah atau
memiliki jabatan/gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa
kesenangan pada hidup anda).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti anda
memiliki orang-orang yang penting di dalam hidup anda (meskipun cinta kasih dan
kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi,
sebagai contoh : jika anda tetap tinggal di tempat, akan menjadi baik dan jika
anda pergi meninggalkan tempat, akan menjadi tidak baik.
Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar. Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.
Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar. Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi untuk menjelaskan.
Apa ya kira-kira …. hmm….,
O ya ini saja : Anda pernah merasakan patah hati? Saya rasa
sebagian besar pasti pernah mengalaminya. Biasanya apa yang orang-orang lakukan
ketika mereka patah hati (termasuk saya tentu saja
)?
Saya waktu itu pergi ke kos/rumah teman dan mengajaknya untuk mengobrol,
bermain dan pergi ke suatu tempat. Lupalah kesedihan saya waktu itu. Saya
begitu gembiranya bersama teman-teman. Namun ketika saya kembali ke rumah dan
sendiri, perasaan sedih saya kembali menyelimuti.
Sebetulnya tidak ada yang salah jika anda pun melakukan hal yang
sama seperti yang saya lakukan. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah :
Dimana sebetulnya seseorang dapat menemukan kebahagiaan?
Berhentilah mencari keluar apa yang sebetulnya bisa anda temukan
di dalam diri anda. Buatlah keputusan untuk berbahagia.
Oke, biar saya ulangi sekali lagi :
Kebahagiaan bergantung pada keputusan anda sendiri untuk bahagia.
Jadi kebahagiaan adalah suatu keputusan. Kapan saja, dimana saja anda dapat
memutuskan untuk berbahagia atau tidak.
Oke, dibawah ini adalah sebuah aklamasi. Saya mengutipnya dari
sebuah artikel luar beberapa waktu yang lalu. Cukup bagus aklamasinya. Anda
bisa mengulangi dan membacanya dengan suara lantang:
Saya, {nama anda}, memutuskan untuk berbahagia saat ini, tanpa
menghiraukan cuaca, orang lain, dunia atau apapun yang terjadi pada saya.
Saya dengan yakin mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan hak
kepada saya untuk berbahagia.
Karenanya, saya mengklaim
bahwa kebahagiaan adalah milik saya dan saya adalah milik kebahagiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar